Assalammualaikum..wr,,wb...
wahai,,saudara/i ku seiman,muslim dan muslimat dimana kalian berada.semoga kalian selalu dalam rahmat dan hidayah ALLAH SWT..amiinn
Wahai saudara/i ku izinkanlah aku mencoba menuliskan apa yang ku ketahui dalam hidupku.
pernahkah kalian menangis??
untuk apa kalian menangisi??
seberapa banyak tangisan dan tertawa kalian dlm hidup yg sesaat ini??
wahai saudara/i ku sebagai umatnya yg lemah pasti kita pernah menangis.namun,kadang kita tdk tahu apa yg kita tangisi. bahkan ada sebagian orang mengatakan jika kita sering menangis kita dibilang.."manusia lemah, cengeng,dsb"..dan sebagian orang lainnya mengatakan jika kita sering menangis, sebenarnya kita bukan manusia yang lemah,karena dalam tangisan, kita mencoba mendapatkan kekuatan yang sebenarnya. kekuatan untuk siap menghadapi ujian, cobaan yang lebih berat sekalipun dalam hidup ini.
"Andai kalian mengetahui apa
yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak
menangis." (HR. Bukhari dan Muslim)
karenaaa....
1.Menyadari bahwa dosa diri tak akan
terpikul di pundak orang lain
Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain.
Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain.
Maha Benar Allah dengan firman-Nya
dalam surah Al-An'am ayat 164. "...Dan tidaklah seorang membuat dosa
melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang
berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu
kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan."
2.Menyadari bahwa diri teramat hina di
hadapan Yang Maha Agung
Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih.
Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih.
Apa yang kita dapatkan pun tak lebih
dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan. Kita
begitu faqir di hadapan Allah swt.
Seperti itulah Allah nyatakan dalam Q.s,Faathir ayat 15-17, "Hai manusia, kamulah yang berkehendak
kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi
Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan
makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali
tidak sulit bagi Allah."
3.Menyadari bahwa surga tak akan
termasuki hanya dengan amal yang sedikit
Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam surga. Pikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. "Pasti, pasti saya akan masuk surga," begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.
Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam surga. Pikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. "Pasti, pasti saya akan masuk surga," begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.
Namun, ketika perbandingan nilai
dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain.
Bahwa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti
masuk surga.
Begitulah Allah menggambarkan mereka
dalam Q.s,Al-baqarah ayat 214. "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang
terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta
digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan
orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?'
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."
3.Menyadari bahwa azab Allah teramat
pedih
Apa yang bisa kita bayangkan ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: surga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.
Apa yang bisa kita bayangkan ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: surga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.
"Pada hari ketika manusia lari
dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap
orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup
menyibukkannya." (QS. 80: 34-37)
Mulailah bayang-bayang pedihnya
siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di
neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan
selamanya.
Seperti apa siksa neraka, Rasulullah
saw. pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan.
"Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah
seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat
mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang
lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling
ringan bagi penghuni neraka." (HR. Bukhari dan Muslim).
Belum saatnyakah kita menangis di
hadapan Allah saudara/i ku ?? Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk
tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita.
Imam
Ghazali pernah memberi nasihat;"jika seorang hamba Allah tidak lagi mudah
menangis karena takut dengan kekuasaan Allah, justru menangislah karena
ketidakmampuan itu".
semoga bermanfaat untuk saudara/i ku..
waalaikumsallam..wr,,wb...